Lebih dari 90 persen atau kurang lebih 75 juta penduduk Mesir beragama Islam. Tak heran jika tim nasional sepakbolanya didominasi pemain yang berstatus muslim. Bahkan, jika menyimak skuad The Pharaohs, julukan Mesir, yang berkiprah di putaran final Piala Afrika 2010 di Angola, dapat dilihat jika tidak satu pun dari ke-23 pemain yang menganut agama selain Islam.
Kondisi tersebut tak lepas dari kebijakan pelatih Mesir, Hassan Shehata. Mantan bomber timnas di dekade 70-an yang kini berusia 60 tahun menjunjung tinggi prinsip bahwasanya pemain yang berhak menggunakan kostum timnas, selain mempunyai skill atau kualitas yang tinggi, juga diwajibkan berstatus seorang muslim yang saleh alias taat beribadah. Hal itu diungkapkan dengan terbuka oleh Shehata dalam pernyataannya yang dirilis satu harian nasional Mesir di Kairo.
Publik pun tahu dengan gaya para atlet Negeri Piramida itu di kancah internasional. Misalnya saja, mereka selalu berdoa sebelum bertanding dan tak luput mengucapkan puji dan syukur kepada Yang Kuasa andaikata mereka meraih kemenangan. Akan tetapi, konteks yang diusung Shehata lain dari yang lain. Shehata menegaskan jika kesalehan merupakan faktor terpenting bagi seorang pemain untuk dapat dipanggil ke dalam timnas.
“Tanpa itu, kami tidak akan merekrut seorang pemain betapapun ia mempunyai kualitas pesepakbola yang luar biasa atau potensial. Saya selalu berupaya keras guna menjamin bahwa siapapun yang menggunakan kostum timnas harus seiring dalam konteks keimanan kepada Tuhan,” tegas Shehata seperti yang dikutip AFP.
Kukuhnya prinsip yang dipegang Shehata sempat memakan korban. Striker pinjaman Zamalek dari Middlesbrough, Ahmed Mido Hossam dicoret Shehata dari skuad. Sebabnya? Shehata menganggap Mido kurang beriman dan jauh dari kesalehan. Mido yang dikenal luas kerap berpesta ria saat masih memperkuat The Boro, mengaku merasa terhina dengan kebijakan Shehata.
www.liputanbola.com
Sabtu, 16 Januari 2010
Tiket PD 2010 Laris Manis
Permintaan tiket menonton langsung Piala Dunia 2010 melambung tinggi. Setelah memastikan 32 tim finalis, jumlah pemesan dari seluruh penjuru dunia sudah melebihi 500 ribu sejak gelombang ketiga dibuka 10 hari lalu.
Pemesan tiket terbanyak tidak lain datang dari Afrika Selatan (Afsel). Tuan rumah menorehkan 77 persen dari total aplikasi. Sementara dari luar negeri, Amerika Serikat memimpin dengan 22.942 pemohon. Inggris berada di urutan ketiga dengan 20.232 permintaan. Disusul Meksiko (7.981), Jerman (7.697), Australia (6.277) dan Brasil (4.760).
Tingginya angka permintaan dari warga Afsel bisa dimaklumi Danny Jordan, CEO Komisi Panitia Pelaksana Piala Dunia 2010. “Jumlah peminat domestik meningkat tajam. Dengan membeli tiket warga Afsel tidak sekadar menyaksikan pertandingan, tapi juga ingin menjadi saksi sejarah negerinya.”
Jika ingin menonton langsung perhelatan sepakbola terakbar pada Juni-Juli tahun depan, Anda wajib mendaftarkan ketertarikan dengan melakukan registrasi di laman resmi FIFA selama tiga gelombang. Permintaan akan ditutup pada 22 Januari sebelum satu juta lembar tiket diundi pada 1 Februari.
“Membandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya, jumlah permintaan tiket saat ini sungguh impresif,” kata Kepala Sub-Komite Tiketing FIFA, Horst R. Schmidt. Secara total permintaan datang dari 166 negara.
Harga tiket berkisar di angka US$ 20 (Rp 190 ribu) dari yang termurah, di babak penyisihan grup, hingga US$ 900 (Rp 8,5 juta) untuk tiket partai final. Anda berminat?
www.liputanbola.com
Pemesan tiket terbanyak tidak lain datang dari Afrika Selatan (Afsel). Tuan rumah menorehkan 77 persen dari total aplikasi. Sementara dari luar negeri, Amerika Serikat memimpin dengan 22.942 pemohon. Inggris berada di urutan ketiga dengan 20.232 permintaan. Disusul Meksiko (7.981), Jerman (7.697), Australia (6.277) dan Brasil (4.760).
Tingginya angka permintaan dari warga Afsel bisa dimaklumi Danny Jordan, CEO Komisi Panitia Pelaksana Piala Dunia 2010. “Jumlah peminat domestik meningkat tajam. Dengan membeli tiket warga Afsel tidak sekadar menyaksikan pertandingan, tapi juga ingin menjadi saksi sejarah negerinya.”
Jika ingin menonton langsung perhelatan sepakbola terakbar pada Juni-Juli tahun depan, Anda wajib mendaftarkan ketertarikan dengan melakukan registrasi di laman resmi FIFA selama tiga gelombang. Permintaan akan ditutup pada 22 Januari sebelum satu juta lembar tiket diundi pada 1 Februari.
“Membandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya, jumlah permintaan tiket saat ini sungguh impresif,” kata Kepala Sub-Komite Tiketing FIFA, Horst R. Schmidt. Secara total permintaan datang dari 166 negara.
Harga tiket berkisar di angka US$ 20 (Rp 190 ribu) dari yang termurah, di babak penyisihan grup, hingga US$ 900 (Rp 8,5 juta) untuk tiket partai final. Anda berminat?
www.liputanbola.com
Tinggi Badan Menyusut, Trofi Jadi Surut?
Catatan ringan tapi serius yang menguraikan hubungan atau relevansi antara rata-rata tinggi badan pemain dalam skuad Arsenal dengan keberhasilan tim meraih gelar atau trofi. Terakhir kali di Liga Premier, skuad asuhan Arsene Wenger berhasil menjadi jawara premiership di musim 2003-04. Trofi terakhir yang berhasil diboyong ke Highbury (saat itu masih menjadi kandang Arsenal) adalah gelar FA Cup 2004-05 setelah di babak final menang adu penalti 5-4 melawan Manchester United. Setelah itu, Arsenal hampa gelar!
Usut punya usut, seperti yang dilansir The Sun, terdapat hubungan antara kegagalan Francecs Fabregas dkk dengan keberhasilan Patrick Vieira dkk. Yaitu, rata-rata tinggi pemain! Sejak 2005 lalu, rata-rata tinggi anak-anak asuhan Wenger menyusut. Penurunannya lebih dari tiga inci (sekitar 7,62 cm) per pemain.
Untuk membuktikannya, tengoklah perbandingan antara skuad Arsenal saat menjadi tim yang tak terkalahkan (The Invincibles) di musim 2003-04 dan skuad di musim lalu. Di musim 2003-04, lini tengah Arsenal terdiri dari Patrick Vieira, Gilberto Silva, dan Ray Parlour. Tinggi badan Vieira 6ft 3,5” atau sekitar 192 cm, Gilberto 6ft 3” (sekitar 185 cm), sementara Parlour 6ft atau 183 cm.
Di musim 2008-09 lalu, komposisi midfielder yang kerap dipasang Wenger terdiri dari Fabregas, Denilson, Theo Walcott, Samir Nasri atau bisa juga Andrei Arshavin yang baru bergabung di paruh kedua musim. Berapa tinggi mereka? Fabregas 5ft 10” (177 cm), Denilson 5ft 11” (180 cm), Walcott 5ft 9” (175cm), Nasri 5ft 10,5” (178 cm), dan Arshavin 5ft 8” (172 cm).
Melihat perbandingan komposisi tersebut, ibarat bertanding tinju, skuad The Gunners turun kelas, dari kelas welter ke kelas ringan.
Tentu saja, keringnya prestasi Arsenal dalam empat musim terakhir tidak melulu disebabkan kondisi fisik semata. Namun, yang pasti, dalam periode 1998-2004, Wenger membangun tim dengan bermodalkan para pemain yang selain berkualitas juga mempunyai postur tubuh (tinggi badan) di atas rata-rata dan punya karakter petarung di tengah lapangan.
Sebagai bahan pendukung, di musim 2003-04 itu, Robert Pires terkenal sebagai sosok pemain yang gampang jatuh. Padahal, Pires mempunyai tinggi badan 6ft 11” atau 187 cm. Pemain Arsenal yang paling cebol saat itu adalah Ashley Cole (176 cm) yang kini bermain bersama Chelsea.
Jadi? Siapa yang bakal unggul jika di lapangan bertemu dua tim dimana satu tim lini tengahnya terdiri dari Arshavin, Fabregas, Denilson, dan Walcott, sementara komposisi lini tengah tim lainnya terdiri dari Parlour, Vieira, Gilberto, dan Pires.
www.liputanbola.com
Usut punya usut, seperti yang dilansir The Sun, terdapat hubungan antara kegagalan Francecs Fabregas dkk dengan keberhasilan Patrick Vieira dkk. Yaitu, rata-rata tinggi pemain! Sejak 2005 lalu, rata-rata tinggi anak-anak asuhan Wenger menyusut. Penurunannya lebih dari tiga inci (sekitar 7,62 cm) per pemain.
Untuk membuktikannya, tengoklah perbandingan antara skuad Arsenal saat menjadi tim yang tak terkalahkan (The Invincibles) di musim 2003-04 dan skuad di musim lalu. Di musim 2003-04, lini tengah Arsenal terdiri dari Patrick Vieira, Gilberto Silva, dan Ray Parlour. Tinggi badan Vieira 6ft 3,5” atau sekitar 192 cm, Gilberto 6ft 3” (sekitar 185 cm), sementara Parlour 6ft atau 183 cm.
Di musim 2008-09 lalu, komposisi midfielder yang kerap dipasang Wenger terdiri dari Fabregas, Denilson, Theo Walcott, Samir Nasri atau bisa juga Andrei Arshavin yang baru bergabung di paruh kedua musim. Berapa tinggi mereka? Fabregas 5ft 10” (177 cm), Denilson 5ft 11” (180 cm), Walcott 5ft 9” (175cm), Nasri 5ft 10,5” (178 cm), dan Arshavin 5ft 8” (172 cm).
Melihat perbandingan komposisi tersebut, ibarat bertanding tinju, skuad The Gunners turun kelas, dari kelas welter ke kelas ringan.
Tentu saja, keringnya prestasi Arsenal dalam empat musim terakhir tidak melulu disebabkan kondisi fisik semata. Namun, yang pasti, dalam periode 1998-2004, Wenger membangun tim dengan bermodalkan para pemain yang selain berkualitas juga mempunyai postur tubuh (tinggi badan) di atas rata-rata dan punya karakter petarung di tengah lapangan.
Sebagai bahan pendukung, di musim 2003-04 itu, Robert Pires terkenal sebagai sosok pemain yang gampang jatuh. Padahal, Pires mempunyai tinggi badan 6ft 11” atau 187 cm. Pemain Arsenal yang paling cebol saat itu adalah Ashley Cole (176 cm) yang kini bermain bersama Chelsea.
Jadi? Siapa yang bakal unggul jika di lapangan bertemu dua tim dimana satu tim lini tengahnya terdiri dari Arshavin, Fabregas, Denilson, dan Walcott, sementara komposisi lini tengah tim lainnya terdiri dari Parlour, Vieira, Gilberto, dan Pires.
www.liputanbola.com
Van der Sar Suami Siaga
Selain bertugas menjaga gawang, Edwin van der Sar juga tidak ketinggalan menjaga istrinya. Ya, pasalnya sang istri sedang terkulai lemah di rumah sakit di Belanda. Annmarie van Kesteran, istri Van der Sar, mengalami sakit serius setelah terserang stroke.
Seperti dilansir Sportsmail, Annmarie kolaps ketika berada di rumah pada Rabu, 23 Desember. Kejadian nahas di saat Van der Sar, istri dan kedua anaknya Joe dan Lynn, tengah bersiap menyambut Natal. Van der Sar memang sedang berada di tengah keluarganya sembari menjalani proses pemulihan.
Van der Sar, 39 tahun, absen beberapa pekan terakhir lantaran cedera lutut. Ia diberikan izin mudik oleh Sir Alex Ferguson, manajer MU, untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter spesialis di Belanda. Dengan sakit yang mendera istrinya maka mantan kiper Ajax Amsterdam dan Juventus ini belum bisa diprediksi kapan akan kembali memperkuat MU.
Setidaknya Van der Sar masih ingin menunggui istrinya hingga semua pemeriksaan dijalani dan hasil tes tersebut bisa diketahui. Sambil menunggui sang istri, Van der Sar diyakini juga menimbang tawaran MU yang berniat memperpanjang kontraknya setahun lagi.
www.liputanbola.com
Seperti dilansir Sportsmail, Annmarie kolaps ketika berada di rumah pada Rabu, 23 Desember. Kejadian nahas di saat Van der Sar, istri dan kedua anaknya Joe dan Lynn, tengah bersiap menyambut Natal. Van der Sar memang sedang berada di tengah keluarganya sembari menjalani proses pemulihan.
Van der Sar, 39 tahun, absen beberapa pekan terakhir lantaran cedera lutut. Ia diberikan izin mudik oleh Sir Alex Ferguson, manajer MU, untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter spesialis di Belanda. Dengan sakit yang mendera istrinya maka mantan kiper Ajax Amsterdam dan Juventus ini belum bisa diprediksi kapan akan kembali memperkuat MU.
Setidaknya Van der Sar masih ingin menunggui istrinya hingga semua pemeriksaan dijalani dan hasil tes tersebut bisa diketahui. Sambil menunggui sang istri, Van der Sar diyakini juga menimbang tawaran MU yang berniat memperpanjang kontraknya setahun lagi.
www.liputanbola.com
Gara-gara Puasa Mourinho Dikecam
Agama adalah ranah pribadi. Rupanya hal itu dilupakan Jose Mourinho. Pelatih Inter Milan asal Portugal berusia 46 tahun itu berpendapat bahwa berpuasa, salah satu kewajiban umat muslim, tidak selayaknya dilakukan seorang pesepakbola saat tampil dalam pertandingan.
Hal itu diungkapkan Special One menanggapi pertanyaan tentang keputusannya menarik keluar Sulley Ali Muntari ketika Nerazzurri menjamu Bari di laga perdana Serie A Italia, Minggu (23/8). Padahal saat itu babak pertama baru berlangsung 29 menit.
“Muntari mempunyai masalah yang terkait dengan (bulan) Ramadan. Mungkin, dalam kondisi cuaca yang cukup panas, tidak baik baginya untuk tetap mengerjakannya (berpuasa),” ujar Mourinho seperti yang dikutip Channel 4. “Datangnya Ramadan (kali ini) bukanlah waktu yang ideal bagi seorang pemain untuk tetap bermain,” imbuhnya.
Komentar Mourinho itu mengundang kecaman dari Mohamed Nour Dachlan, Ketua Persatuan Komunitas dan Organisasi Islam di Italia (UCOII). “Saya pikir Mourinho tak usah banyak cingcong,” tandas Nour Dachlan kepada La Reppublica seperti yang dikutip Goal.
“Seorang pemain yang melaksanakan aturan (kewajiban) Islam tidak (otomatis) dapat dikatakan tampil buruk di lapangan. Kami mengetahui jika dengan pengobatan, stabilitas mental, dan sisi psikologi dapat membuat tampilan seorang pemain menjadi baik. Tidak peduli apakah si pemain beragama Kristen, Yahudi, atau Muslim, dengan pikiran yang tenang ia akan selalu mampu menunjukkan permainan terbaiknya di lapangan,” ujar Nour Dachlan berapi-api.
Penilaian Mourinho—yang dibantah Nour Dachlan—mendapat dukungan dari ahli nutrisi, Giulio Scala yang telah berpengalaman menangani sejumlah atlet, baik pria maupun wanita. Menurut Scala, berpuasa memiliki dampak yang besar terhadap unjuk kinerja seorang pemain di lapangan. Alasannya? “Penurunan hidrasi sebesar satu persen saja akan membuat ketahanan menyusur sampai 20 persen,” klaim Scala kepada Goal.
Jadi, “Adalah buruk jika dalam pertandingan seorang pemain berada dalam kondisi tanpa makanan selama 12 jam atau lebih. Hal itu akan mengurangi level energi dan glikogen. Seorang pemain tidak akan mampu berlari selama 90 menit tanpa asupan nutrisi yang cukup,” pungkasnya.
www.liputanbola.com
Hal itu diungkapkan Special One menanggapi pertanyaan tentang keputusannya menarik keluar Sulley Ali Muntari ketika Nerazzurri menjamu Bari di laga perdana Serie A Italia, Minggu (23/8). Padahal saat itu babak pertama baru berlangsung 29 menit.
“Muntari mempunyai masalah yang terkait dengan (bulan) Ramadan. Mungkin, dalam kondisi cuaca yang cukup panas, tidak baik baginya untuk tetap mengerjakannya (berpuasa),” ujar Mourinho seperti yang dikutip Channel 4. “Datangnya Ramadan (kali ini) bukanlah waktu yang ideal bagi seorang pemain untuk tetap bermain,” imbuhnya.
Komentar Mourinho itu mengundang kecaman dari Mohamed Nour Dachlan, Ketua Persatuan Komunitas dan Organisasi Islam di Italia (UCOII). “Saya pikir Mourinho tak usah banyak cingcong,” tandas Nour Dachlan kepada La Reppublica seperti yang dikutip Goal.
“Seorang pemain yang melaksanakan aturan (kewajiban) Islam tidak (otomatis) dapat dikatakan tampil buruk di lapangan. Kami mengetahui jika dengan pengobatan, stabilitas mental, dan sisi psikologi dapat membuat tampilan seorang pemain menjadi baik. Tidak peduli apakah si pemain beragama Kristen, Yahudi, atau Muslim, dengan pikiran yang tenang ia akan selalu mampu menunjukkan permainan terbaiknya di lapangan,” ujar Nour Dachlan berapi-api.
Penilaian Mourinho—yang dibantah Nour Dachlan—mendapat dukungan dari ahli nutrisi, Giulio Scala yang telah berpengalaman menangani sejumlah atlet, baik pria maupun wanita. Menurut Scala, berpuasa memiliki dampak yang besar terhadap unjuk kinerja seorang pemain di lapangan. Alasannya? “Penurunan hidrasi sebesar satu persen saja akan membuat ketahanan menyusur sampai 20 persen,” klaim Scala kepada Goal.
Jadi, “Adalah buruk jika dalam pertandingan seorang pemain berada dalam kondisi tanpa makanan selama 12 jam atau lebih. Hal itu akan mengurangi level energi dan glikogen. Seorang pemain tidak akan mampu berlari selama 90 menit tanpa asupan nutrisi yang cukup,” pungkasnya.
www.liputanbola.com
Sabtu, 07 November 2009
PENTINGNYA MOTIVASI DALAM DIRI SEORANG MAHASISWA
Motivasi adalah bermaksud sebab, tujuan atau pendorong, maka tujuan seseorang itulah sebenarnya yang menjadi penggerak utama baginya berusaha keras mencapai atau mendapat apa juga yang diinginkannya. Jadi , motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati , tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu perilaku yang tampak . Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh factor internal maupun factor eksternal . Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbukan motivasi internal . Sedangkan motivasi eksterbal adalah kekuatan yang ada di dalam individu yang juga dipengaruhi oleh oleh factor – factor intern . Jadi , motivasi ekternal adalah hasil dari perkembangan motivasi internal . Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain :
1. Teori Kebutuhan dari Herzberg
Fisiologis needs : Kebutuhan pribadi
Safety & security needs : Kebutuhan akan rasa aman
Social & Belonging needs : Kebutuhan akan interaksi & kepemilikan
Self Actualition needs : Mengembangkan kemampuan diri dalam bekerja
2. Teori 2 Faktor dari Herzberg
Ekstrinsik ( dissatisfied ) : Rasa kurang puas seseorang dalam bekerja
Intrinsik ( Satisfied ) :
Recognition : Pengakuan
Responsibility : Tanggung jawab
Achievement : Prestasi
Work Self : Pekerjaan itu sendiri
Possibility To Growth : Kemungkinan untuk berkembang
Advancement : Kemajuan
3. Teori Prestasi dari Mc Celland
Need for achievement : Dibutuhkan untuk prestasi
Need for Affiliation : Dibutuhkan untuk persatuan
Need for power : Dibutuhkan untuk kekuasaan
4. Teori Harapan
Teori ini berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu, dan pada daya tarik dari keluaran bagi individu tersebut.
Teori pengharapan mengatakan seorang dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantarkan ke suatu penilaian kinerja yang baik, Suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi . Intinya , teori harapan adalah teori motivasi yang dilakukan dengan harapan akan mendapatkan suatu prestasi .
Effort Performance : Usaha untuk berprestasi
Performance Outcome : Hasil / prestasi
5. Teori Keadilan
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan. Individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari yang sudah dikerjakannya .
6. Teori Human Relation
Teori motivasi yang menggambarkan seseorang akan bekerja lebih gigih jika merasa dibutuhkan , diperhitungkan dan dihargai .
Pentingnya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh mahasiswa agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada mahasiswa. Motivasi dirumuskan sebagai dorongan, baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar mahasiswa, untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi / memuaskan suatu kebutuhan. Dalam konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk pelajaran.
Peran motivasi dalam proses pembelajaran, motivasi belajar mahasiswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap kefektifan usaha belajar siswa.
Fungsi motivasi dalam pembelajaran diantaranya :
1. Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya belajar.
2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Dalam rumusan masalah diatas saya mengamati apakah motivasi itu berpengaruh dalam prestasti belajar siswa, ternyata sangat berpengaruh yaitu :
1. Motivasi pada umumnya mempertinggi prestasi dan memperbaiki sikap terhadap tugas dengan kata lain, motivasi dapat membangkitkan rasa puas dan menaikkan prestasi sehingga melebih prestasi normal.
2. Hasil baik dalam pekerjaan yang disertai oleh pujian merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dengan giat. Bila hasil pekerjaan tidak diindahkan orang lain, mungkin kegiatan akan berkurang. Pujian harus selalu berhubungan erat dengan prestasi yang baik. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan hasil yang baik, sehingga padanya timbul suatu “sense of succes” atau perasaan berhasil.
3. Motivasi berprestasi merupakan harapan untuk memperoleh kepuasan dalam penguasaan perilaku yang menentang dan sulit (Mr. Clelland, 1955).
Saya sebagai mahasiswa , motivasi saya adalah untuk berprestasi ( Teori Harapan ) . Dalam melakukan kegiatan perkuliahan / pembelajaran sangat diperlukan suatu motivasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik / prestasi . Dengan mendapatkan suatu prestasi saya dapat membanggakan orangtua saya sehingga mereka tidak sia – sia membiayai saya untuk kuliah di perguruan tinggi . Selain itu , dengan mendapatkan suatu prestasi , akan menjadi suatu kepuasan bagi saya karena akan bisa lebih memotivasi saya untuk melakukan hal lainnya .
1. Teori Kebutuhan dari Herzberg
Fisiologis needs : Kebutuhan pribadi
Safety & security needs : Kebutuhan akan rasa aman
Social & Belonging needs : Kebutuhan akan interaksi & kepemilikan
Self Actualition needs : Mengembangkan kemampuan diri dalam bekerja
2. Teori 2 Faktor dari Herzberg
Ekstrinsik ( dissatisfied ) : Rasa kurang puas seseorang dalam bekerja
Intrinsik ( Satisfied ) :
Recognition : Pengakuan
Responsibility : Tanggung jawab
Achievement : Prestasi
Work Self : Pekerjaan itu sendiri
Possibility To Growth : Kemungkinan untuk berkembang
Advancement : Kemajuan
3. Teori Prestasi dari Mc Celland
Need for achievement : Dibutuhkan untuk prestasi
Need for Affiliation : Dibutuhkan untuk persatuan
Need for power : Dibutuhkan untuk kekuasaan
4. Teori Harapan
Teori ini berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu, dan pada daya tarik dari keluaran bagi individu tersebut.
Teori pengharapan mengatakan seorang dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantarkan ke suatu penilaian kinerja yang baik, Suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi . Intinya , teori harapan adalah teori motivasi yang dilakukan dengan harapan akan mendapatkan suatu prestasi .
Effort Performance : Usaha untuk berprestasi
Performance Outcome : Hasil / prestasi
5. Teori Keadilan
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan. Individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari yang sudah dikerjakannya .
6. Teori Human Relation
Teori motivasi yang menggambarkan seseorang akan bekerja lebih gigih jika merasa dibutuhkan , diperhitungkan dan dihargai .
Pentingnya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh mahasiswa agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada mahasiswa. Motivasi dirumuskan sebagai dorongan, baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar mahasiswa, untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi / memuaskan suatu kebutuhan. Dalam konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk pelajaran.
Peran motivasi dalam proses pembelajaran, motivasi belajar mahasiswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap kefektifan usaha belajar siswa.
Fungsi motivasi dalam pembelajaran diantaranya :
1. Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya belajar.
2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Dalam rumusan masalah diatas saya mengamati apakah motivasi itu berpengaruh dalam prestasti belajar siswa, ternyata sangat berpengaruh yaitu :
1. Motivasi pada umumnya mempertinggi prestasi dan memperbaiki sikap terhadap tugas dengan kata lain, motivasi dapat membangkitkan rasa puas dan menaikkan prestasi sehingga melebih prestasi normal.
2. Hasil baik dalam pekerjaan yang disertai oleh pujian merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dengan giat. Bila hasil pekerjaan tidak diindahkan orang lain, mungkin kegiatan akan berkurang. Pujian harus selalu berhubungan erat dengan prestasi yang baik. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan hasil yang baik, sehingga padanya timbul suatu “sense of succes” atau perasaan berhasil.
3. Motivasi berprestasi merupakan harapan untuk memperoleh kepuasan dalam penguasaan perilaku yang menentang dan sulit (Mr. Clelland, 1955).
Saya sebagai mahasiswa , motivasi saya adalah untuk berprestasi ( Teori Harapan ) . Dalam melakukan kegiatan perkuliahan / pembelajaran sangat diperlukan suatu motivasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik / prestasi . Dengan mendapatkan suatu prestasi saya dapat membanggakan orangtua saya sehingga mereka tidak sia – sia membiayai saya untuk kuliah di perguruan tinggi . Selain itu , dengan mendapatkan suatu prestasi , akan menjadi suatu kepuasan bagi saya karena akan bisa lebih memotivasi saya untuk melakukan hal lainnya .
Selasa, 03 November 2009
PENTINGNYA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DI DALAM PERUSAHAAN
Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”. Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.
Sebagai makhluk sosial , di dalam kehidupannya sehari – hari , manusia harus melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain . Dalam komunikasi , manusia membutuhkan orang lain atau suatu kelompok untuk melakukan interaksi . Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesame kelompok dan masyarakat . Di dalam organisasi atau perusahaan tersebut biasanya selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan berjalannya suatu organisasi atau perusahaan , yang terdiri dari pimpinan dan karyawan atau anggota . Di antara kedua belah pihak harus terjalin two way communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik . Untuk itu , diperlukan kerja sama untuk yang diharapkan untuk mencapai cita – cita , baik cita – cita pribadi atau organisasi / perusahaan , untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang diinginkan . Komunikasi dan Interaksi yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing – masing individu untuk memperoleh hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kelanjutan hidup mereka .
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan di dalam suatu organisasi atau perusahaan , maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam tetapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu – individu yang tergabung di dalam organisasi atau perusahaan tersebut . Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi , komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi Kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi Massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
Dengan landasan konsep-konsep komunikasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi atau perusahaan secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi atau perusahaan . Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships).
Sebagaimana telah disebut terdahulu, bahwa arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai perbedaan fungsi yang sangat tegas. Berikut adalah pengertian dan fungsinya :
1. Downward Communications
Downward Communications adalah komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
2. Upward Communication
Upward Communication adalah komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
3. Horizontal Communication
Horizontal Communication adalah tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
Memperbaiki koordinasi tugas
Upaya pemecahan masalah
Saling berbagi informasi
Upaya pemecahan konflik
Membina hubungan melalui kegiatan bersama.
Proses Komunikasi
Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:
1. Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation ini merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.
2. Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain. Pesan atau message adalah alat-alat di mana sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan, bahasa tulisan ataupun perilaku nonverbal seperti bahasa isyarat, ekspresi wajah atau gambar-gambar.
3. Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode). Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untuk menyampaikan suatu pesan. Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector). Sumber berusaha untuk mebebaskan saluran komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesan dapat sampai kepada penerima seperti yang dikehendaki.
4. Langkah keempat , perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya. Pemahaman (understanding) merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima. Akhirnya penerimalah yang akan menentukan bagaimana memahami suatu pesan dan bagaimana pula memberikan respons terhadap pesan tersebut.
5. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan tertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi.
Di dalam suatu organisasi atau perusahaan , sangat diperlukan komunikasi yang efektif demi kelancaran berjalannya kegiatan organisasi perusahaan . Yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang efektif dan tepat sasaran . Dalam komunikasi tersebut , efektifitas komunikasi diukur dari adanya keterbukaan antara pihak yang melakukan komunikasi , saling mendukung antara pihak yang melakukan komunikasi , bersikap positif , saling memahami antara pihak yang saling melakukan komunikasi , kesetaraan antara pihak yang melakukan komunikasi .
Pada zaman modern seperti sekarang , banyak organisasi atau perusahaan yang menggunakan media elektronik misalnya FAX , Phone , SMS , MMS , Internet , Email , Tele-Conference , Video Conference , dll sebagai media untuk berkomunikasi . Dengan menggunakan media elektronik tersebut , dampak positifnya , kegiatan komunikasi bisa berjalan lebih mudah , efektif dan efisien . Dampak negatifnya , bisa menyebabkan melimpahnya informasi dan berkurangnya kesempatan untuk berkomunikasi kontak muka . Jadi melakukan komunikasi dengan menggunakan media elektronik tidak selalu mendapatkan dampak positifnya , tetapi juga ada dampak negatifnya .
Sebagai makhluk sosial , di dalam kehidupannya sehari – hari , manusia harus melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain . Dalam komunikasi , manusia membutuhkan orang lain atau suatu kelompok untuk melakukan interaksi . Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesame kelompok dan masyarakat . Di dalam organisasi atau perusahaan tersebut biasanya selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan berjalannya suatu organisasi atau perusahaan , yang terdiri dari pimpinan dan karyawan atau anggota . Di antara kedua belah pihak harus terjalin two way communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik . Untuk itu , diperlukan kerja sama untuk yang diharapkan untuk mencapai cita – cita , baik cita – cita pribadi atau organisasi / perusahaan , untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang diinginkan . Komunikasi dan Interaksi yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing – masing individu untuk memperoleh hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kelanjutan hidup mereka .
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan di dalam suatu organisasi atau perusahaan , maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam tetapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu – individu yang tergabung di dalam organisasi atau perusahaan tersebut . Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi , komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi Kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi Massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
Dengan landasan konsep-konsep komunikasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi atau perusahaan secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi atau perusahaan . Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships).
Sebagaimana telah disebut terdahulu, bahwa arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai perbedaan fungsi yang sangat tegas. Berikut adalah pengertian dan fungsinya :
1. Downward Communications
Downward Communications adalah komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
2. Upward Communication
Upward Communication adalah komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
3. Horizontal Communication
Horizontal Communication adalah tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
Memperbaiki koordinasi tugas
Upaya pemecahan masalah
Saling berbagi informasi
Upaya pemecahan konflik
Membina hubungan melalui kegiatan bersama.
Proses Komunikasi
Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:
1. Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation ini merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.
2. Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain. Pesan atau message adalah alat-alat di mana sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan, bahasa tulisan ataupun perilaku nonverbal seperti bahasa isyarat, ekspresi wajah atau gambar-gambar.
3. Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode). Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untuk menyampaikan suatu pesan. Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector). Sumber berusaha untuk mebebaskan saluran komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesan dapat sampai kepada penerima seperti yang dikehendaki.
4. Langkah keempat , perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya. Pemahaman (understanding) merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima. Akhirnya penerimalah yang akan menentukan bagaimana memahami suatu pesan dan bagaimana pula memberikan respons terhadap pesan tersebut.
5. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan tertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi.
Di dalam suatu organisasi atau perusahaan , sangat diperlukan komunikasi yang efektif demi kelancaran berjalannya kegiatan organisasi perusahaan . Yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang efektif dan tepat sasaran . Dalam komunikasi tersebut , efektifitas komunikasi diukur dari adanya keterbukaan antara pihak yang melakukan komunikasi , saling mendukung antara pihak yang melakukan komunikasi , bersikap positif , saling memahami antara pihak yang saling melakukan komunikasi , kesetaraan antara pihak yang melakukan komunikasi .
Pada zaman modern seperti sekarang , banyak organisasi atau perusahaan yang menggunakan media elektronik misalnya FAX , Phone , SMS , MMS , Internet , Email , Tele-Conference , Video Conference , dll sebagai media untuk berkomunikasi . Dengan menggunakan media elektronik tersebut , dampak positifnya , kegiatan komunikasi bisa berjalan lebih mudah , efektif dan efisien . Dampak negatifnya , bisa menyebabkan melimpahnya informasi dan berkurangnya kesempatan untuk berkomunikasi kontak muka . Jadi melakukan komunikasi dengan menggunakan media elektronik tidak selalu mendapatkan dampak positifnya , tetapi juga ada dampak negatifnya .
Langganan:
Postingan (Atom)