Sebuah tato tambahan menghiasi tubuh bintang sepakbola Inggris, David Beckham. Gelandang Los Angeles Galaxy yang tengah menghabiskan masa peminjaman selama enam bulan di AC Milan itu menunjukkan tato terbarunya ketika Rossoneri memberangus Juventus lewat kemenangan 3-0 di Stadio Olimpico Grande, Turin, Minggu (10/1) atau Senin dini hari WIB.
Di perut bagian kanan Beckham terpampang potret Jesus dari lukisan karya Matthew R. Brooks yang berjudul “The Man of Sorrow” atau “Penderitaan Jesus”. Inilah untuk kali pertama tato tersebut terekspos dan melengkapi koleksi salah satu kegemaran dari mantan ikon Manchester United dan Real Madrid.
Setiap tato yang dibuat memiliki latar belakang yang berhubungan dengan orang terdekatnya (keluarganya), tidak terkecuali potret Jesus dalam posisi duduk tersebut. The Sun mengklaim bahwa tato terbaru itu didedikasikan buat mendiang kakek tercintanya, Joseph ‘Joe’ West, yang meninggal di awal Desember lalu.
“Tato-tato yang terpampang memiliki arti yang berkaitan tentang hidup, istri dan anak-anakku,” seru Beckham. “Saya ingin mereka selalu hadir dalam kehidupanku. Tato-tato ini merupakan bentuk ekspresi perasaanku (cinta) terhadap Victoria (sang istri) dan anak-anakku. Mereka bagian yang tidak terpisahkan dariku.”
www.liputanbola.com
Sabtu, 16 Januari 2010
Tak Masalah Bermain Sambil Berpuasa
Bugar menjadi keharusan buat pesepakbola. Apalagi bagi pemain profesional di liga-liga utama Eropa seperti di Spanyol, Italia dan Inggris. Kebutuhan pokok yang menggiring pesepakbola Muslim meninggalkan ibadah poin keempat dari lima butir dalam Rukun Islam.
Kondisi di Eropa sekarang ini sedang tidak bersahabat bagi pesepakbola untuk berpuasa. Karena itu beberapa pemain memutuskan absen menunaikannya (Baca: Musim Panas, Kendala bagi Pesepakbola Berpuasa). Akan tetapi, buat penyerang Sevilla asal Mali, Frederic Kanoute tidak ada alasan baginya meninggalkan ibadah utama dalam agama yang dianutnya tersebut.
Kondisi apapun tidak bisa ditawar-tawar. Bermain dan berpuasa jalan berbarengan. “Saya menghormati agamaku dan akan beribadah sebaik mungkin,” kata Kanoute seperti apa yang dikatakannya pada Goal.com. “Kondisi di Spanyol bagian selatan, Andalusia, tempat Sevilla bermarkas, merupakan daerah terpanas di Benua Eropa. Tapi, “Saya bisa (dan harus) menjalaninya, terima kasih Allah SWT.”
Sejatinya banyak pesepakbola beragama Islam bermain di liga-liga Eropa, “namun mereka enggan mengatakan sesuatu menganai hubungan puasa dan bermain,” katanya lagi. “Buat saya pribadi, keyakinan membantu saya dalam bermain dan sepakbola membantu saya tetap sehat. Tidak ada masalah karena siapa pun yang mengerti akan Islam tahu puasa tidak akan melemahkan seseorang.”
Di Real Madrid terdapat Mahamadou Diarra, Lassana Diarra dan Karim Benzema yang juga tetap berpuasa tanpa melupakan profesionalitasnya terhadap kontrak yang telah ditandatangani. Untuk trio Los Merengues itu, tim dokter terus memantau kondisi mereka agar jangan sampai terkena dehidrasi.
Diarra tidak kalah takut untuk terus berpuasa meski musim kompetisi La Liga akan dimulai per 29 Agustus. “Setiap pelatih respek terhadap keputusanku,” tulis Diarra dalam situs resmi Real Madrid. “Memang sulit namun Ramadhan hanya sebulan. Saya bisa bermain baik di 10 bulan lainnya.”
Berpuasa juga dilakukan pesepakbola Muslim yang bernaung bersama Barcelona. Mereka yakni Eric Abidal, Seydou Keita dan Toure Yaya.
Dokter Yacine Zerguni, anggota Komite Kesehatan FIFA dan CAF Sports, melakukan penelitian mengenai efek puasa bagi pesepakbola Dua pesepakbola keturunan Aljazair disertakan sebagai sampel dari observasi tersebut. Selain faktor fisik, kondisi psikologis dari pemain yang dijadikan bahan penelitian itu juga ditinjau.
“Banyak pesepakbola memang tidak bisa beradaptasi dengan baik ketika berpuasa. Namun di sisi lain kualitas spiritual mereka meningkat dan juga akan memberi pengaruh positif buat fisik mereka,” ujar Zernugi. “Namun di beberapa kasus, kondidi tubuh si pemain bisa beradaptasi dengan baik. Dalam paketnya, sebelum dan sesudah pertandingan, pemain akan lebih lelah dari biasanya.”
www.liputanbola.com
Kondisi di Eropa sekarang ini sedang tidak bersahabat bagi pesepakbola untuk berpuasa. Karena itu beberapa pemain memutuskan absen menunaikannya (Baca: Musim Panas, Kendala bagi Pesepakbola Berpuasa). Akan tetapi, buat penyerang Sevilla asal Mali, Frederic Kanoute tidak ada alasan baginya meninggalkan ibadah utama dalam agama yang dianutnya tersebut.
Kondisi apapun tidak bisa ditawar-tawar. Bermain dan berpuasa jalan berbarengan. “Saya menghormati agamaku dan akan beribadah sebaik mungkin,” kata Kanoute seperti apa yang dikatakannya pada Goal.com. “Kondisi di Spanyol bagian selatan, Andalusia, tempat Sevilla bermarkas, merupakan daerah terpanas di Benua Eropa. Tapi, “Saya bisa (dan harus) menjalaninya, terima kasih Allah SWT.”
Sejatinya banyak pesepakbola beragama Islam bermain di liga-liga Eropa, “namun mereka enggan mengatakan sesuatu menganai hubungan puasa dan bermain,” katanya lagi. “Buat saya pribadi, keyakinan membantu saya dalam bermain dan sepakbola membantu saya tetap sehat. Tidak ada masalah karena siapa pun yang mengerti akan Islam tahu puasa tidak akan melemahkan seseorang.”
Di Real Madrid terdapat Mahamadou Diarra, Lassana Diarra dan Karim Benzema yang juga tetap berpuasa tanpa melupakan profesionalitasnya terhadap kontrak yang telah ditandatangani. Untuk trio Los Merengues itu, tim dokter terus memantau kondisi mereka agar jangan sampai terkena dehidrasi.
Diarra tidak kalah takut untuk terus berpuasa meski musim kompetisi La Liga akan dimulai per 29 Agustus. “Setiap pelatih respek terhadap keputusanku,” tulis Diarra dalam situs resmi Real Madrid. “Memang sulit namun Ramadhan hanya sebulan. Saya bisa bermain baik di 10 bulan lainnya.”
Berpuasa juga dilakukan pesepakbola Muslim yang bernaung bersama Barcelona. Mereka yakni Eric Abidal, Seydou Keita dan Toure Yaya.
Dokter Yacine Zerguni, anggota Komite Kesehatan FIFA dan CAF Sports, melakukan penelitian mengenai efek puasa bagi pesepakbola Dua pesepakbola keturunan Aljazair disertakan sebagai sampel dari observasi tersebut. Selain faktor fisik, kondisi psikologis dari pemain yang dijadikan bahan penelitian itu juga ditinjau.
“Banyak pesepakbola memang tidak bisa beradaptasi dengan baik ketika berpuasa. Namun di sisi lain kualitas spiritual mereka meningkat dan juga akan memberi pengaruh positif buat fisik mereka,” ujar Zernugi. “Namun di beberapa kasus, kondidi tubuh si pemain bisa beradaptasi dengan baik. Dalam paketnya, sebelum dan sesudah pertandingan, pemain akan lebih lelah dari biasanya.”
www.liputanbola.com
Shehata Nomorsatukan Kesalehan
Lebih dari 90 persen atau kurang lebih 75 juta penduduk Mesir beragama Islam. Tak heran jika tim nasional sepakbolanya didominasi pemain yang berstatus muslim. Bahkan, jika menyimak skuad The Pharaohs, julukan Mesir, yang berkiprah di putaran final Piala Afrika 2010 di Angola, dapat dilihat jika tidak satu pun dari ke-23 pemain yang menganut agama selain Islam.
Kondisi tersebut tak lepas dari kebijakan pelatih Mesir, Hassan Shehata. Mantan bomber timnas di dekade 70-an yang kini berusia 60 tahun menjunjung tinggi prinsip bahwasanya pemain yang berhak menggunakan kostum timnas, selain mempunyai skill atau kualitas yang tinggi, juga diwajibkan berstatus seorang muslim yang saleh alias taat beribadah. Hal itu diungkapkan dengan terbuka oleh Shehata dalam pernyataannya yang dirilis satu harian nasional Mesir di Kairo.
Publik pun tahu dengan gaya para atlet Negeri Piramida itu di kancah internasional. Misalnya saja, mereka selalu berdoa sebelum bertanding dan tak luput mengucapkan puji dan syukur kepada Yang Kuasa andaikata mereka meraih kemenangan. Akan tetapi, konteks yang diusung Shehata lain dari yang lain. Shehata menegaskan jika kesalehan merupakan faktor terpenting bagi seorang pemain untuk dapat dipanggil ke dalam timnas.
“Tanpa itu, kami tidak akan merekrut seorang pemain betapapun ia mempunyai kualitas pesepakbola yang luar biasa atau potensial. Saya selalu berupaya keras guna menjamin bahwa siapapun yang menggunakan kostum timnas harus seiring dalam konteks keimanan kepada Tuhan,” tegas Shehata seperti yang dikutip AFP.
Kukuhnya prinsip yang dipegang Shehata sempat memakan korban. Striker pinjaman Zamalek dari Middlesbrough, Ahmed Mido Hossam dicoret Shehata dari skuad. Sebabnya? Shehata menganggap Mido kurang beriman dan jauh dari kesalehan. Mido yang dikenal luas kerap berpesta ria saat masih memperkuat The Boro, mengaku merasa terhina dengan kebijakan Shehata.
www.liputanbola.com
Kondisi tersebut tak lepas dari kebijakan pelatih Mesir, Hassan Shehata. Mantan bomber timnas di dekade 70-an yang kini berusia 60 tahun menjunjung tinggi prinsip bahwasanya pemain yang berhak menggunakan kostum timnas, selain mempunyai skill atau kualitas yang tinggi, juga diwajibkan berstatus seorang muslim yang saleh alias taat beribadah. Hal itu diungkapkan dengan terbuka oleh Shehata dalam pernyataannya yang dirilis satu harian nasional Mesir di Kairo.
Publik pun tahu dengan gaya para atlet Negeri Piramida itu di kancah internasional. Misalnya saja, mereka selalu berdoa sebelum bertanding dan tak luput mengucapkan puji dan syukur kepada Yang Kuasa andaikata mereka meraih kemenangan. Akan tetapi, konteks yang diusung Shehata lain dari yang lain. Shehata menegaskan jika kesalehan merupakan faktor terpenting bagi seorang pemain untuk dapat dipanggil ke dalam timnas.
“Tanpa itu, kami tidak akan merekrut seorang pemain betapapun ia mempunyai kualitas pesepakbola yang luar biasa atau potensial. Saya selalu berupaya keras guna menjamin bahwa siapapun yang menggunakan kostum timnas harus seiring dalam konteks keimanan kepada Tuhan,” tegas Shehata seperti yang dikutip AFP.
Kukuhnya prinsip yang dipegang Shehata sempat memakan korban. Striker pinjaman Zamalek dari Middlesbrough, Ahmed Mido Hossam dicoret Shehata dari skuad. Sebabnya? Shehata menganggap Mido kurang beriman dan jauh dari kesalehan. Mido yang dikenal luas kerap berpesta ria saat masih memperkuat The Boro, mengaku merasa terhina dengan kebijakan Shehata.
www.liputanbola.com
Tiket PD 2010 Laris Manis
Permintaan tiket menonton langsung Piala Dunia 2010 melambung tinggi. Setelah memastikan 32 tim finalis, jumlah pemesan dari seluruh penjuru dunia sudah melebihi 500 ribu sejak gelombang ketiga dibuka 10 hari lalu.
Pemesan tiket terbanyak tidak lain datang dari Afrika Selatan (Afsel). Tuan rumah menorehkan 77 persen dari total aplikasi. Sementara dari luar negeri, Amerika Serikat memimpin dengan 22.942 pemohon. Inggris berada di urutan ketiga dengan 20.232 permintaan. Disusul Meksiko (7.981), Jerman (7.697), Australia (6.277) dan Brasil (4.760).
Tingginya angka permintaan dari warga Afsel bisa dimaklumi Danny Jordan, CEO Komisi Panitia Pelaksana Piala Dunia 2010. “Jumlah peminat domestik meningkat tajam. Dengan membeli tiket warga Afsel tidak sekadar menyaksikan pertandingan, tapi juga ingin menjadi saksi sejarah negerinya.”
Jika ingin menonton langsung perhelatan sepakbola terakbar pada Juni-Juli tahun depan, Anda wajib mendaftarkan ketertarikan dengan melakukan registrasi di laman resmi FIFA selama tiga gelombang. Permintaan akan ditutup pada 22 Januari sebelum satu juta lembar tiket diundi pada 1 Februari.
“Membandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya, jumlah permintaan tiket saat ini sungguh impresif,” kata Kepala Sub-Komite Tiketing FIFA, Horst R. Schmidt. Secara total permintaan datang dari 166 negara.
Harga tiket berkisar di angka US$ 20 (Rp 190 ribu) dari yang termurah, di babak penyisihan grup, hingga US$ 900 (Rp 8,5 juta) untuk tiket partai final. Anda berminat?
www.liputanbola.com
Pemesan tiket terbanyak tidak lain datang dari Afrika Selatan (Afsel). Tuan rumah menorehkan 77 persen dari total aplikasi. Sementara dari luar negeri, Amerika Serikat memimpin dengan 22.942 pemohon. Inggris berada di urutan ketiga dengan 20.232 permintaan. Disusul Meksiko (7.981), Jerman (7.697), Australia (6.277) dan Brasil (4.760).
Tingginya angka permintaan dari warga Afsel bisa dimaklumi Danny Jordan, CEO Komisi Panitia Pelaksana Piala Dunia 2010. “Jumlah peminat domestik meningkat tajam. Dengan membeli tiket warga Afsel tidak sekadar menyaksikan pertandingan, tapi juga ingin menjadi saksi sejarah negerinya.”
Jika ingin menonton langsung perhelatan sepakbola terakbar pada Juni-Juli tahun depan, Anda wajib mendaftarkan ketertarikan dengan melakukan registrasi di laman resmi FIFA selama tiga gelombang. Permintaan akan ditutup pada 22 Januari sebelum satu juta lembar tiket diundi pada 1 Februari.
“Membandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya, jumlah permintaan tiket saat ini sungguh impresif,” kata Kepala Sub-Komite Tiketing FIFA, Horst R. Schmidt. Secara total permintaan datang dari 166 negara.
Harga tiket berkisar di angka US$ 20 (Rp 190 ribu) dari yang termurah, di babak penyisihan grup, hingga US$ 900 (Rp 8,5 juta) untuk tiket partai final. Anda berminat?
www.liputanbola.com
Tinggi Badan Menyusut, Trofi Jadi Surut?
Catatan ringan tapi serius yang menguraikan hubungan atau relevansi antara rata-rata tinggi badan pemain dalam skuad Arsenal dengan keberhasilan tim meraih gelar atau trofi. Terakhir kali di Liga Premier, skuad asuhan Arsene Wenger berhasil menjadi jawara premiership di musim 2003-04. Trofi terakhir yang berhasil diboyong ke Highbury (saat itu masih menjadi kandang Arsenal) adalah gelar FA Cup 2004-05 setelah di babak final menang adu penalti 5-4 melawan Manchester United. Setelah itu, Arsenal hampa gelar!
Usut punya usut, seperti yang dilansir The Sun, terdapat hubungan antara kegagalan Francecs Fabregas dkk dengan keberhasilan Patrick Vieira dkk. Yaitu, rata-rata tinggi pemain! Sejak 2005 lalu, rata-rata tinggi anak-anak asuhan Wenger menyusut. Penurunannya lebih dari tiga inci (sekitar 7,62 cm) per pemain.
Untuk membuktikannya, tengoklah perbandingan antara skuad Arsenal saat menjadi tim yang tak terkalahkan (The Invincibles) di musim 2003-04 dan skuad di musim lalu. Di musim 2003-04, lini tengah Arsenal terdiri dari Patrick Vieira, Gilberto Silva, dan Ray Parlour. Tinggi badan Vieira 6ft 3,5” atau sekitar 192 cm, Gilberto 6ft 3” (sekitar 185 cm), sementara Parlour 6ft atau 183 cm.
Di musim 2008-09 lalu, komposisi midfielder yang kerap dipasang Wenger terdiri dari Fabregas, Denilson, Theo Walcott, Samir Nasri atau bisa juga Andrei Arshavin yang baru bergabung di paruh kedua musim. Berapa tinggi mereka? Fabregas 5ft 10” (177 cm), Denilson 5ft 11” (180 cm), Walcott 5ft 9” (175cm), Nasri 5ft 10,5” (178 cm), dan Arshavin 5ft 8” (172 cm).
Melihat perbandingan komposisi tersebut, ibarat bertanding tinju, skuad The Gunners turun kelas, dari kelas welter ke kelas ringan.
Tentu saja, keringnya prestasi Arsenal dalam empat musim terakhir tidak melulu disebabkan kondisi fisik semata. Namun, yang pasti, dalam periode 1998-2004, Wenger membangun tim dengan bermodalkan para pemain yang selain berkualitas juga mempunyai postur tubuh (tinggi badan) di atas rata-rata dan punya karakter petarung di tengah lapangan.
Sebagai bahan pendukung, di musim 2003-04 itu, Robert Pires terkenal sebagai sosok pemain yang gampang jatuh. Padahal, Pires mempunyai tinggi badan 6ft 11” atau 187 cm. Pemain Arsenal yang paling cebol saat itu adalah Ashley Cole (176 cm) yang kini bermain bersama Chelsea.
Jadi? Siapa yang bakal unggul jika di lapangan bertemu dua tim dimana satu tim lini tengahnya terdiri dari Arshavin, Fabregas, Denilson, dan Walcott, sementara komposisi lini tengah tim lainnya terdiri dari Parlour, Vieira, Gilberto, dan Pires.
www.liputanbola.com
Usut punya usut, seperti yang dilansir The Sun, terdapat hubungan antara kegagalan Francecs Fabregas dkk dengan keberhasilan Patrick Vieira dkk. Yaitu, rata-rata tinggi pemain! Sejak 2005 lalu, rata-rata tinggi anak-anak asuhan Wenger menyusut. Penurunannya lebih dari tiga inci (sekitar 7,62 cm) per pemain.
Untuk membuktikannya, tengoklah perbandingan antara skuad Arsenal saat menjadi tim yang tak terkalahkan (The Invincibles) di musim 2003-04 dan skuad di musim lalu. Di musim 2003-04, lini tengah Arsenal terdiri dari Patrick Vieira, Gilberto Silva, dan Ray Parlour. Tinggi badan Vieira 6ft 3,5” atau sekitar 192 cm, Gilberto 6ft 3” (sekitar 185 cm), sementara Parlour 6ft atau 183 cm.
Di musim 2008-09 lalu, komposisi midfielder yang kerap dipasang Wenger terdiri dari Fabregas, Denilson, Theo Walcott, Samir Nasri atau bisa juga Andrei Arshavin yang baru bergabung di paruh kedua musim. Berapa tinggi mereka? Fabregas 5ft 10” (177 cm), Denilson 5ft 11” (180 cm), Walcott 5ft 9” (175cm), Nasri 5ft 10,5” (178 cm), dan Arshavin 5ft 8” (172 cm).
Melihat perbandingan komposisi tersebut, ibarat bertanding tinju, skuad The Gunners turun kelas, dari kelas welter ke kelas ringan.
Tentu saja, keringnya prestasi Arsenal dalam empat musim terakhir tidak melulu disebabkan kondisi fisik semata. Namun, yang pasti, dalam periode 1998-2004, Wenger membangun tim dengan bermodalkan para pemain yang selain berkualitas juga mempunyai postur tubuh (tinggi badan) di atas rata-rata dan punya karakter petarung di tengah lapangan.
Sebagai bahan pendukung, di musim 2003-04 itu, Robert Pires terkenal sebagai sosok pemain yang gampang jatuh. Padahal, Pires mempunyai tinggi badan 6ft 11” atau 187 cm. Pemain Arsenal yang paling cebol saat itu adalah Ashley Cole (176 cm) yang kini bermain bersama Chelsea.
Jadi? Siapa yang bakal unggul jika di lapangan bertemu dua tim dimana satu tim lini tengahnya terdiri dari Arshavin, Fabregas, Denilson, dan Walcott, sementara komposisi lini tengah tim lainnya terdiri dari Parlour, Vieira, Gilberto, dan Pires.
www.liputanbola.com
Van der Sar Suami Siaga
Selain bertugas menjaga gawang, Edwin van der Sar juga tidak ketinggalan menjaga istrinya. Ya, pasalnya sang istri sedang terkulai lemah di rumah sakit di Belanda. Annmarie van Kesteran, istri Van der Sar, mengalami sakit serius setelah terserang stroke.
Seperti dilansir Sportsmail, Annmarie kolaps ketika berada di rumah pada Rabu, 23 Desember. Kejadian nahas di saat Van der Sar, istri dan kedua anaknya Joe dan Lynn, tengah bersiap menyambut Natal. Van der Sar memang sedang berada di tengah keluarganya sembari menjalani proses pemulihan.
Van der Sar, 39 tahun, absen beberapa pekan terakhir lantaran cedera lutut. Ia diberikan izin mudik oleh Sir Alex Ferguson, manajer MU, untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter spesialis di Belanda. Dengan sakit yang mendera istrinya maka mantan kiper Ajax Amsterdam dan Juventus ini belum bisa diprediksi kapan akan kembali memperkuat MU.
Setidaknya Van der Sar masih ingin menunggui istrinya hingga semua pemeriksaan dijalani dan hasil tes tersebut bisa diketahui. Sambil menunggui sang istri, Van der Sar diyakini juga menimbang tawaran MU yang berniat memperpanjang kontraknya setahun lagi.
www.liputanbola.com
Seperti dilansir Sportsmail, Annmarie kolaps ketika berada di rumah pada Rabu, 23 Desember. Kejadian nahas di saat Van der Sar, istri dan kedua anaknya Joe dan Lynn, tengah bersiap menyambut Natal. Van der Sar memang sedang berada di tengah keluarganya sembari menjalani proses pemulihan.
Van der Sar, 39 tahun, absen beberapa pekan terakhir lantaran cedera lutut. Ia diberikan izin mudik oleh Sir Alex Ferguson, manajer MU, untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter spesialis di Belanda. Dengan sakit yang mendera istrinya maka mantan kiper Ajax Amsterdam dan Juventus ini belum bisa diprediksi kapan akan kembali memperkuat MU.
Setidaknya Van der Sar masih ingin menunggui istrinya hingga semua pemeriksaan dijalani dan hasil tes tersebut bisa diketahui. Sambil menunggui sang istri, Van der Sar diyakini juga menimbang tawaran MU yang berniat memperpanjang kontraknya setahun lagi.
www.liputanbola.com
Gara-gara Puasa Mourinho Dikecam
Agama adalah ranah pribadi. Rupanya hal itu dilupakan Jose Mourinho. Pelatih Inter Milan asal Portugal berusia 46 tahun itu berpendapat bahwa berpuasa, salah satu kewajiban umat muslim, tidak selayaknya dilakukan seorang pesepakbola saat tampil dalam pertandingan.
Hal itu diungkapkan Special One menanggapi pertanyaan tentang keputusannya menarik keluar Sulley Ali Muntari ketika Nerazzurri menjamu Bari di laga perdana Serie A Italia, Minggu (23/8). Padahal saat itu babak pertama baru berlangsung 29 menit.
“Muntari mempunyai masalah yang terkait dengan (bulan) Ramadan. Mungkin, dalam kondisi cuaca yang cukup panas, tidak baik baginya untuk tetap mengerjakannya (berpuasa),” ujar Mourinho seperti yang dikutip Channel 4. “Datangnya Ramadan (kali ini) bukanlah waktu yang ideal bagi seorang pemain untuk tetap bermain,” imbuhnya.
Komentar Mourinho itu mengundang kecaman dari Mohamed Nour Dachlan, Ketua Persatuan Komunitas dan Organisasi Islam di Italia (UCOII). “Saya pikir Mourinho tak usah banyak cingcong,” tandas Nour Dachlan kepada La Reppublica seperti yang dikutip Goal.
“Seorang pemain yang melaksanakan aturan (kewajiban) Islam tidak (otomatis) dapat dikatakan tampil buruk di lapangan. Kami mengetahui jika dengan pengobatan, stabilitas mental, dan sisi psikologi dapat membuat tampilan seorang pemain menjadi baik. Tidak peduli apakah si pemain beragama Kristen, Yahudi, atau Muslim, dengan pikiran yang tenang ia akan selalu mampu menunjukkan permainan terbaiknya di lapangan,” ujar Nour Dachlan berapi-api.
Penilaian Mourinho—yang dibantah Nour Dachlan—mendapat dukungan dari ahli nutrisi, Giulio Scala yang telah berpengalaman menangani sejumlah atlet, baik pria maupun wanita. Menurut Scala, berpuasa memiliki dampak yang besar terhadap unjuk kinerja seorang pemain di lapangan. Alasannya? “Penurunan hidrasi sebesar satu persen saja akan membuat ketahanan menyusur sampai 20 persen,” klaim Scala kepada Goal.
Jadi, “Adalah buruk jika dalam pertandingan seorang pemain berada dalam kondisi tanpa makanan selama 12 jam atau lebih. Hal itu akan mengurangi level energi dan glikogen. Seorang pemain tidak akan mampu berlari selama 90 menit tanpa asupan nutrisi yang cukup,” pungkasnya.
www.liputanbola.com
Hal itu diungkapkan Special One menanggapi pertanyaan tentang keputusannya menarik keluar Sulley Ali Muntari ketika Nerazzurri menjamu Bari di laga perdana Serie A Italia, Minggu (23/8). Padahal saat itu babak pertama baru berlangsung 29 menit.
“Muntari mempunyai masalah yang terkait dengan (bulan) Ramadan. Mungkin, dalam kondisi cuaca yang cukup panas, tidak baik baginya untuk tetap mengerjakannya (berpuasa),” ujar Mourinho seperti yang dikutip Channel 4. “Datangnya Ramadan (kali ini) bukanlah waktu yang ideal bagi seorang pemain untuk tetap bermain,” imbuhnya.
Komentar Mourinho itu mengundang kecaman dari Mohamed Nour Dachlan, Ketua Persatuan Komunitas dan Organisasi Islam di Italia (UCOII). “Saya pikir Mourinho tak usah banyak cingcong,” tandas Nour Dachlan kepada La Reppublica seperti yang dikutip Goal.
“Seorang pemain yang melaksanakan aturan (kewajiban) Islam tidak (otomatis) dapat dikatakan tampil buruk di lapangan. Kami mengetahui jika dengan pengobatan, stabilitas mental, dan sisi psikologi dapat membuat tampilan seorang pemain menjadi baik. Tidak peduli apakah si pemain beragama Kristen, Yahudi, atau Muslim, dengan pikiran yang tenang ia akan selalu mampu menunjukkan permainan terbaiknya di lapangan,” ujar Nour Dachlan berapi-api.
Penilaian Mourinho—yang dibantah Nour Dachlan—mendapat dukungan dari ahli nutrisi, Giulio Scala yang telah berpengalaman menangani sejumlah atlet, baik pria maupun wanita. Menurut Scala, berpuasa memiliki dampak yang besar terhadap unjuk kinerja seorang pemain di lapangan. Alasannya? “Penurunan hidrasi sebesar satu persen saja akan membuat ketahanan menyusur sampai 20 persen,” klaim Scala kepada Goal.
Jadi, “Adalah buruk jika dalam pertandingan seorang pemain berada dalam kondisi tanpa makanan selama 12 jam atau lebih. Hal itu akan mengurangi level energi dan glikogen. Seorang pemain tidak akan mampu berlari selama 90 menit tanpa asupan nutrisi yang cukup,” pungkasnya.
www.liputanbola.com
Langganan:
Postingan (Atom)