Jumat, 16 April 2010

Rahasia Tato di Lengan Kiri Stefan Kiessling

EKSEKUSI penalti itu sungguh sempurna. Bola meluncur keras dan mengecoh penjaga gawang. Gawang VFB Stuttgart robek untuk kali keempat. Sang eksekutor tampak puas. Dia mengarahkan kedua telunjuknya ke langit, lantas sebuah ciuman didaratkan ke lengan kirinya.

Itulah pemandangan di Stadiun Bay Arena, 29 November 2009 saat laga Bayer Leverkusen vs Stuttgart memasuki menit ke-87. Hari itu sangat spesial bagi Stefan Kiessling, sang eksekutor. Itulah hat-trick pertamanya pada musim ini. Tiga gol pada laga itu juga menyamai perolehan 12 golnya musim lalu.

Ciuman yang didaratkan di lengan kiri itu bukan tanpa maksud. Di sanalah terdapat tato tulisan Taylor-Joel, anak hasil buah kasihnya dengan Norina. Bagi Kiessling, mencium tato itu seusai mencetak gol adalah ritual tersendiri. Dia memang tak selalu melakukannya, tapi setiap kali mencetak gol penting, dia tidak pernah melewatkannya.

Bagi Kiessling, Taylor-Joel bak berkah tersendiri. Sejak kelahiran sang anak pada 2008, kariernya terus melesat. "Kelahiran anak membuatku lebih dewasa. Bagiku, keluarga adalah segalanya, anak dan istri merupakan dorongan motivasi yang besar," aku Kiessling.

Saking pentingnya, Kiessling sampai meminta Norina mengirimkan foto sang anak setiap hari kala dirinya menjalani pusat pelatihan di luar Jerman. "Setidaknya Norina mengirimku dua foto Tayler-Joel lewat ponsel atau internet," ucap dia.

Secar khusus, dorongan semangat Tayler-Joel dan Norina menjadi pembebas dari tekanan yang dialaminya sejak diangkut dari Nuernberg pada 2006 silam. Kiessling mengaku dirinya terbebani harga tinggi yang menjadi banderolnya.
"Leverkusen membayar 5,5 juta euro untuk memboyongku. Itu menjadi beban tersendiri," ungkap Kiessling pada Deutsche Welle. "Aku terbebani karena tak terlalu sering bermain di Bundesliga 1 bersama Nuernberg. Aku merasa harga tersebut terlalu tinggi, tidak sesuai dengan kemampuanku."

TIPS PELATIH
Momentum kebangkitan lewat kelahiran anaknya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Kiessling. Tampil lebih dewasa, dia makin tenang di lapangan. Dia pun kian terlecut oleh kehadiran Bruno Labbadia sebagai pelatih baru Leverkusen musim 2008-2009. Sebagai eks striker, Labbadia kerap memberikan tips pada Kiessling.

Musim ini, ilmu yang didapat Kiessling kian bertambah karena pengganti Labbadia adalah eks striker ulung era 1970-an, Jupp Heynckes. "Dia sangat terbuka dan sangat detail dalam memberi penjelasan. Dia selalu menekankan bahwa dirinya adalah mantan pemain sehingga tahu betul apa yang kami rasakan," terang Kiessling. "Mengingat dia eks striker, aku bisa belajar banyak."

Kedua pelatih itu membuat Kiessling kian bergairah menjalani latihan. Dia tak segan menambah porsi latihan. "Sebelum dan sesudah sesi latihan resmi, aku kerap manambah latihan bersama asisten pelatih Peter Hermann," aku dia.

Kegigihan itu dipuji Heynckes. "Pada dasarnya, Stefan adalah pemain yang pandai. Latihan lebih keras membuatnya makin tenang dan percaya diri. Sejak awal, saya selalu menekankan agar dia terus menggali kemampuannya sehingga bisa menjadi pemain sempurna. Itu dilakukannya denagn baik," beber Don Jupp.

Heynckes tak segan menyematkan label striker terbaik Jerman ke dada Kiessling. "Saya kira Stefan adalah yang terbaik saat ini. Tiga tahun lalu, sentuhan bolanya masih jauh dari sempurna. Tapi, kini dia berkembang menjadi dengan sangat cepat dan menjadi salah satu pemimpin tim," puji dia.

Perkembangan pesat itu pula yang membuat Joachim Loew yang sempat mengesampingkannya sejak Februari 2009 melirik kembali. "Dia telah jauh berkembang. Selain tajam, dia mampu membuka ruang dan membagi bola. Saya suka dengan hal itu," ucap Loew.

Berbekal pengakuan Loew, harapan berlaga di Piala Dunia 2010 terbuka lebar. Apalagi Direktur Olahraga Rudi Voller berkata, "Dengan performanya saat ini, Stefan harus berlaga di Piala Dunia!"

Menariknya, bagi Kiessling, Piala Dunia bukan ambisi utama pada tahun ini. Ada hal lain yang diprioritaskannya. "Aku dan Norina ingin punya anak kedua. Tyler-Joel sudah berumur dua tahun. Saatnya memberikan adik kepadanya. Akan lebih menyenangkan jika anak kami nanti perempuan," katanya.

Ah, Kiessling ingin menambah sumber inspirasi dan motivasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar